TEORI KLASIK KEPEMIMPINAN

Published May 31, 2012 by niexmachush

Dalam teori klasik kepemimpinan  dikatakan bahwa  seorang pemimpin  harus dapat mengetahui bagaimana cara untuk dapat menghasilkan suatu hasil yang maksimal dari karyawannya baik dalam hal  otoritas (submit) maupun loyalitas  dari anak buahnya.  Atau secara harafiahnya dapat diartikan bahwa teori kepemimpinan klasik  ini berguna untuk  membantu para pemimpin  yang memiliki potensial  untuk memahami bagaimana gaya kepemimpinan mereka  dalam mempengaruhi perilaku anggota tim atau karyawannya.  Penelitian ini penting untuk memahami perilaku organisasi dan meningkatkan efektivitas tim dan modal manusia dalam organisasi Teori mengenai kepemimpinan klasik menurut Doyle dan Smith , dibagi dalam  4 teori klasik yang mendasari akan kepemimpinan seseorang. Ke empat  teori ini adalah :

 

1.       Trait Approaches To Leadership (Sifat Pendekatan Kepemimpinan) :
            Pemimpin adalah orang-orang, yang mampu mengekspresikan dirinya secara  penuh.  Mereka juga tahu apa yang mereka inginkan , dan mengapa mereka menginginkannya, serta bagaimana  mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan itu kepada orang lain baik terhadapa anak buahnyaatau orang disekitarnya, dalam rangka untuk mendapatkan kerjasama  dan dukungan dari  anak buahnya, demikian penjelasan Wareen Bennis (Penulis dan pembicara seminar leadership).  Hal ini jelas dapat kita pelajaridari kehidupan orang-orang yang telah di kenal sebagai pemimpin besar atau efektif, danjelas sudah terbukti bahwa mereka memiliki kualitas kepemimpinan yang sangat berbeda. Seperti hal nya tokoh politik dunia yang sudah kita kenal dengan baik seperti Nelson Mandela, Margaret Thatcher dan Mao Zedong yang juga menganut akan teori ini.

 

2.       Behavioral Approaches To Leadership (Pendekatan Sikap/Behavior Kepemimpinan) : 
            Dalam teori ini dikatakan bagaimana para pemimpin bekerja dan berinteraksi dengan anak buah/kryawannya  untuk memimpin mereka  dalam  menyelesaikan tugas dengan memberikan contoh dalam menanganinya. Dengan  tidak mengabaikan 4 hal yaitu: concern untuk menyelsaikan tugas yang menjadikan project utamanya, memperhatikan juga sumber daya manusia para anak buahnya apakah sanggup untuk melakukannya, jelas dalam memberikan arahan kepada bawahan/anak buahnya,dan yang paling penting lagi yang harus dilkukan oleh seorang pemimpin, cobalah untuk berbagi dalam pengambilan suatu keputusan, supya dengan begitu para karyawan/anak buahnya akan merasa menjadi bagian dari perusahaan tempat dimana ia bekerja.

 

  1. Situational Or Contingency Approaches To Leadership (Situasional Atau Faktor Kemungkinan Pendekatan Kepemimpinan) : 

            Dalam  teori ini di katakan bahwa seorang pemimpin harus pandai dalam menggabungkan antara situasi dan gaya/pola kepemimpinannya. Jadi melihat pada sisi situasi yang terjadi. Dan efektivitas perusahaan tergantung pada bagaimana seorang pemimpin dapat menggabungkan dua  faktor  itu untuk dapat saling berinteraksi, yaitu antara gaya kepemimpinannya  dan sejauh mana situasi memberikan kendali dan pengaruh nya.

 

  1. Transformational Approaches To Leadership (Pendekatan Kepemimpinan
    Transformasional):

            Teori ini menyatakan bahwa pemimpin di sini harus merupakan sseorang pemimpin yang visioner  dimana berusaha untuk menarik  anak buah/karyawan mereka kembali  dari diri mereka sendiri  dan memindahkan mereka ke arah kebutuhan perusahaan yang lebih tinggi dan lebih universal  dari sekedar tujuan mereka masing-masing.
(Bolman dan Deal 1997: 314).

            Dengan kata lain, pemimpin dipandang sebagai model/panutan perubahan. Bagaimana cara sang pemimpin memotivasi bawahan/anak buahnya untuk patuh dan tunduk padanya serta menciptakan rasa intrinsik akuntabilitas antara bawahan dan dia sebagai atasannya. Meskipun tampaknya terlihat berbeda di tiap-tiap teori, namun masing-masing teori memberikan model  kepemimpinan yang dapat diterapkan atau digunakan baik secara terpisah maupun dikombinasikan untuk menghasilkan kualitas pemimpin yang terbaik.

            Dengan memahami akan teori-teori klasik kepemimpinan diatas tersebut, dapat membantu para pemimpin untuk menghasilkan kualitas seorang pemimpin yang terbaik dengan mempelajari tehnik menjalankan akan posisinya sebagai seorang pemimpin.  Mengawasi , memimpin dan mengelola akan pekerjaan anak buah/karyawan, semua dapat dikerjakan dengan maksimal bila pemimpin menyadari akan teori-teori ini dan mengerti bagaimana untuk menerapkannya ke dalam perusahaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: